Success and Happiness

Icon

Succes and Happiness Strategy

Tips Finansial : Melunasi Uang dan Menabung

Melunasi utang dan menabung adalah dua hal yang bertolak belakang tapi bukan tak mungkin untuk menggabungkannya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mulai melunasi utang dan menabung.

Cukup membingungkan memang memulai yang mana yang lebih dulu melunasi utang atau menabung. Anda bisa memulainya dengan melunasi utang lebih dulu baik itu utang kartu kredit ataupun tagihan lainnnya.

Setelah Anda ‘bersih’ dari utang-utang itu mulailah menabung. Tabungan ini bisa digunakan untuk mengantisipasi keadaan darurat. Nantinya Anda juga harus berpikir tentang investasi, tapi lebih dulu ketahuilah berapa jumlah harta yang dimilki dan berapa jumlah pengeluaran yang dihabiskan.

Tracking Spending

Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah membuat daftar keuangan yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran. Daftar ini bisa Anda gunakan untuk keperluan selama satu bulan dan buatlah terus menarus hingga satu tahun hingga bisa mengontrol keuangan. Setelah itu Anda bisa membandingkan antara jumlah pemasukan dengan jumlah pengeluaran. Idealnya adalah jumlah pemasukan lebih besar daripada jumlah pengeluaran.

Langkah1:

Buatlah neraca keuangan pribadi yang mencatat semua utang Anda dari mulai yang terbesar hingga terkecil

Langkah 2:

Jika ada, tambahkan harta tak berwujud yang Anda miliki seperti tabungan ataupun investasi lainnya.

Langkah 3:

Tambahkan semua kebutuhan yang Anda butuhkan dalam satu bulan itu. Lalu kurangi jumlah harta benda Anda dengan jumlah pengeluaran untuk barang kebutuhan dan lihat berapa dana yang ada untuk membayar utang.

How to Build Savings

* Pergilah ke bank dan tanyakanlah tentang uang tabungan Anda jika perlu mintalah print data-data tentang uang Anda. Sehingga Anda tahu apa saja pemotongan yang dikenakan pihak bank kepada tabungan Anda.
* Jika Anda memilki tabungan lebih dari satu, berilah label pada tabungan itu. Kelompokkan mereka sesuai dengan kebutuhan, misalnya “kebutuhan sehari-hari”, “dana tak terduga”, “tabungan” ataupun “investasi”.
* Pastikan mencatat apapun jenis pembayaran Anda pada daftar keuangan yang telah dibuat. Dengan begitu menghindari pembayaran dobel dan penghabisan uang yang tak berguna.
* Jika Anda bisa mendapatkan daftar yang seimbang antara pemasukan dan pengeluaran tiap bulannya, maka tambahkan dana di pengeluaran untuk biaya tak terduga.

How to Reduce Debt

* Caranya sangat mudah yaitu berhenti menggunakan kartu kredit Anda.
* Bayarlah tagihan kartu kredit yang paling besar jumlahnya dan hindari “minimum balance trap”. Tepatlah waktu membayar sehingga tak ada bunga tambahan.
* Matikan kartu kredit yang sudah lama dan tak pernah digunakan lagi. Bawalah kartu kredit saat Anda benar-benar ingin membeli kebutuhan, jika tidak tinggallah di rumah.

sumber : mediaindonesia.com

Filed under: bisnis, kumpulan artikel, , ,

Yoris Sebastian, GM Termuda se-Asia

Kelahiran Ujung Pandang, 5 Agustus 1972, ini punya sejuta inovasi, termasuk acara “I Like Monday” di Hard Rock Cafe. Pendiri OMG Creative Consulting ini menyabet beragam penghargaan, di antaranya British Council’s International Young Creative Entrepreneur, Asian Pacific Entrepreneur Award Winner (Most Promising Entrepreneurs), Young Marketers Award Winner dari IMA and Markplus, dan Future CEO to Watch dari majalah SWA. Wow!

Sekarang sedang sibuk apa?

Sedang konsentrasi di Oh My Goodness (OMG) Consulting yang saya dirikan. Saya membantu klien yang mau melakukan bisnis secara berbeda atau istilahnya ala “Oh my Goodness”. Saya percaya, bisnis yang dilakukan secara berbeda punya peluang sukses lebih besar ketimbang yang dilakukan secara biasa.

Bisa kasih contoh? Yang terbaru adalah konsep Plaza FX di Jalan Sudirman. Kami konsultannya. Yang ingin kami tonjolkan adalah keunikan. Karena kalau FX mau bersaing dengan Plasa Senayan atau Senayan City, susah. FX kan size-nya kecil. Tapi selama dia punya keunikan, enggak masalah. Salah satunya kami bikin 12 ruang meeting. Kami juga sediakan 3 bus keliling sepanjang Sudirman dan SCBD selama jam kerja. Perjalanan bus bisa dicek lewat SMS. Jadi, lebih simple dan menolong kapasitas parkir FX yang kecil. Kadang-kadang, dalam bisnis orang ingin semuanya. Padahal, sekarang eranya enggak bisa begitu. Harus punya ciri sendiri. Core segmen FX adalah orang-orang kantoran di daerah Sudirman. Nah, sekarang FX ramai banget. Itu membuktikan, selama kita punya konsep yang kuat dan unik, tapi tetap dengan perhitungan, harusnya kita juga bisa.

Jadi, lebih ke konsep bisnis ya?

Kurang lebih yang saya lakukan adalah membuat sesuatu yang tidak lazim. Jadi sekarang larinya sih lebih ke bussiness innovation concept. Orang sering nanya, “Kamu event organizer ya?” Saya bilang, saya bukan event organizer tapi event consultant. Saya lebih melakukan inovasi bisnis, tapi disesuaikan dengan karakter klien. Kalau klien biasa pakai baju biru, jangan disuruh pakai baju oranye. Tetap pakai baju biru, tapi birunya diapain begitu. Jadi, OMG selalu bilang bahwa orang boleh berpikiran out of the box, tapi jangan out beneran. Eksekusinya tetep harus inside the box. OMG seperti creative event planner. Contohnya Black Innovation Awards (BIA). Saya bilang, kalau bisa dikasih kesempatan lebih banyak kepada yang muda, saya yakin Indonesia bisa dapat lebih berkembang. Saya juga bisa berkembang karena ketika muda saya memperoleh banyak penghargaan. Nah, sekarang saya give it back lagi ke angkatan yang lebih muda, dengan membuat banyak awards.

Jadi konsultan apa lagi?

Selain jadi konsultan BIA, saya juga jadi konsultan untuk International Young Creative Entrepreneur Awards yang diadakan British Council, yang pernah saya menangi tahun 2006 di Inggris. Istilahnya saya naik pangkat terus. Tahun 2006 jadi peserta dan menang, tahun kedua jadi juri, tahun ketiga jadi event consultant. Saya bantu di marketing dan sponsorship mereka. Supaya 2 tahun lagi kita bisa ngirim 8-10 orang. Saya sekarang mencari perusahaan yang punya visi yang sama supaya bisa membantu pendanaan. So far lumayan sih.Beberapa perusahaan mulai mendukung.

Apa lagi yang tengah Anda lakukan? Banyak proyek yang “seksi dan seru” yang sedang kami garap. Dulu misalnya, saya bikin BC Bar. Itu bar pertama kali di Jakarta yang hanya buka Jumat dan Sabtu, tapi kok bisa menguntungkan. Orang kan bingung. Lho, kalau saya buka setiap hari enggak unik kan? Kalau buka Jumat dan Sabtu, orang malah penasaran. Malah saya ada ide bikin restoran yang enggak ada menunya. Tapi belum ada klien yang berani. He-he.

Omong-omong, kenapa sih namanya Oh My Goodness?

Saya sudah belasan tahun mencoba dan melakukan inovasi. Makanya ketika cari nama untuk perusahaan, saya enggak mau pakai nama sendiri. Saya ingin anak buah saya juga maju. Jadi saya bikin Oh My Goodness. Soalnya, semua yang saya bikin rata-rata aneh atau enggak biasa, tapi profitable dan penuh perhitungan. Saya pernah kuliah akuntansi, makanya hitung-hitungan tetap benar. Tapi, tahu enggak kuliah saya enggak selesai lo. Waktu itu saya pikir-pikir, kuliah buat cari kerja. Ini kerjanya sudah dapat dan karier bagus. Dari pada keduanya setengah-setengah, saya pilih berhenti kuliah dulu. Tapi, saya bilang ke orangtua, saya akan kuliah di Universitas Terbuka. Kalau enggak, enggak bakal boleh. Tapi saya enggak menyesal karena ilmunya sudah dapat.

Terus, setelah drop out?

Niatnya memang sekolah lagi kan. Tapi, di usia 26 tahun saya jadi GM termuda di Asia dan termuda kedua di dunia (GM Hard Rock CafĂ©). Saya tanya lagi ke orangtua, “Masih perlu gelar enggak nih? Saya sudah GM nih. Kata mereka enggak usah he-he. Namanya orangtua, selalu baik. Makanya setiap kasih seminar saya selalu bilang, orangtua selalu baik, cuma sudut pandangnya beda. Jadi jangan dilawan, tapi lakukan pendekatan. Negonya begitu. Apalagi kalau masih tinggal bareng orangtua.

Bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri?

Saya ini tidak pernah ingin berhenti berinovasi. Kalau dilihat, dari dulu sampai sekarang, setiap tahun selau ada 1-2 inovasi. Bahkan untuk kegiatan menjadi pengajar, yang saya sebut sebagai program isi bensin, saya buat yang aneh. Misalnya saya buat seminar di bioskop. Peserta ikut seminar sambil makan popcorn. Akhirnya, saya malah mendobrak mitos bahwa guru itu duitnya enggak bagus. Dulu saya memang pernah ingin jadi guru. Sekarang, saya bisa membuat seminar yang sales-nya enggak kalah dengan menggelar event! Bedanya, event saya, ya, seminar. Dulu, di HRC saya jual makanan dan minuman sampai pagi, sekarang saya mengajar atau workshop sampai jam 5 sore, sales-nya terkejar.

Ide-ide biasanya dari mana?

Saya baca berbagai sumber, ternyata kreativitas itu adalah kebiasaan, bukan faktor turunan seperti IQ. Pakai jam misalnya, hari ini saya pakai di kiri, besok pakai di kanan. Rute ke kantor sering saya ubah-ubah. Saya pergi ke luar kota kadang pakai pesawat, kadang pakai mobil. Saya gunakan momen itu untuk melawan rutinitas. Orang-orang yang terjebak rutinitas biasanya tidak kreatif. Sekarang lebih ekstrem lagi, di OMG saya jarang ke kantor, saya lebih suka mobile. Di kantor, saya dipanggil Invisible Boss, alias bos yang enggak kelihatan. Saya bilang, kalau saya di kantor saya akan terjebak rutinitas. Saya ke kantor hanya kalau ada rapat. Malah waktu kantor masih lebih kecil, kursi saya berikan ke orang lain saking enggak pernah kepakai. Mungkin juga karena sejak kecil saya suka main game, walaupun tetap ada porsinya. Game membuat saya berani mengambil risiko. Jadi, benar atau enggak, dari hal-hal kecil seperti itulah kreativitas saya muncul. Waktu sekolah di Pangudi Luhur, saya sudah ikut bikin PL Fair, misalnya. Saya selalu bilang, start small, mulailah dari hal kecil. Jangan langsung gede. Itu yang saya pelajari dari pengalaman sendiri. Dari satu, bikin I Like Monday, akhirnya mendapatkan award achievement. Dari situ muncul tantangan, masak cuma I Like Monday? Akhirnya muncul yang baru. Setelah itu saya bikin program TV, Destination Nowhere. Pergi tanpa tahu tujuan. Jadi, level kreativitas saya makin diuji terus. Apakah sudah merasa menemukan dunia Anda? Kalau dibilang nemu, enggak pernah tahu, ya. Dulu saya suka fotografi, saya pikir saya bakal jadi fotografer. Masuk Hard Rock, saya pikir bakal masuk dunia entertainment (Yoris juga pernah membuat IP Entertainment), sempat dapat Marketer’s Award, saya pikir dunia saya di marketing. Sebetulnya, dalam proses pencarian passion itu, yang penting kita melakukan apa yang kita suka. Juga, tetap harus bernilai ekonomis. Saya menyebutnya Happynomics. Kita mau sesuatu tapi harus ada ukuran ekonominya. Happy, tapi harus ada nilai ekonominya.

Apa yang Anda lakukan ke karyawan Anda?

Di kantor, karyawan saya harus senang knowledge, harus senang baca. Nah, tiap minggu kita membuat sharing session, membahas buku yang habis dibaca bergantian. Sekretaris juga ikut. Dengan banyak knowledge, akan banyak inspirasi, jadinya banyak inovasi. Visi kita adalah, senang knowledge, inovation, achievement. Kalau itu jalan, nantinya enggak harus bergantung ke saya, bisa jalan senidiri.

Dari sekian inovasi, mana yang paling menantang?

I Like Monday. Karena posisi saya waktu itu enggak tinggi-tinggi banget. Yang kedua, saya melawan banyak orang. Di HR itu kan terkenal karena penampilan band asing . Sementara saya percaya, musik lokal akan mendominasi musik industri, dan sekarang itu sudah terjadi, Untungnya argumentasi saya diterima. Pelajaran moralnya, jangan takut dengan umur. Yang penting kita punya reasonable reason. Dari situ saya dapat award banyak banget.

Ada target yang belum kesampaian?

Menikah. Walaupun target saya menikah usia 25 tahun biar usia dengan anak enggak jauh. Tapi itu tidak saya anggap sebagai kegagalan. In life we cannot win everything. Mungkin 1-2 tahun ke depan lah. Sekarang sedang konsentrasi bikin usaha sendiri. Mengalir saja. Oh ya, saya juga sedang memunculkan minipreneur. Saya ajak ibu rumah tangga muda untuk bekerja dari rumah untuk beberapa proyek saya. Ini sekaligus mendukung program ibu menyusui. Ternyata banyak lho, yang berminat. Menjaringnya gampang, lewat Facebook. Jadi, mereka tetap dapat pemasukan tanpa harus kerja kantoran.

Kegiatan lain?

Saya paling senang travelling. Apalagi sekarang enak, punya usaha sendiri. Pacar juga punya usaha sendiri. Buat saya, travelling adalah part of seeing other cultures. Liburan buat saya bukan cari ide, tapi cari inspirasi. Apa yang kita bikin, sangat localized. Think globally, act locally. Jalan-jalan juga salah satu cara untuk nge-charge otak. Kebetulan pacar juga suka travelling.

Filed under: bisnis, ,

11 Pertanyaan sebelum Anda Memulai Usaha

Memiliki usaha sendiri merupakan sebuah cita-cita bagi hampir semua orang. Akan tetapi, sebagian besar mengalami kesulitan atau bingung dalam memulai usaha. Banyak pertanyaan yang mungkin akan muncul ketika timbul keinginan memulai usaha, misalnya harus memulai dari mana? Usaha apa? Bagaimana prospeknya?

Nah, sebelum Anda memutusakan untuk memulai usaha, coba Anda jawab dalam diri Anda sendiri bebeberapa pertanyaan yang mungkin akan membantu Anda sebelum Anda memulai usaha.

1. Apakah bidang usaha yang akan Anda jalankan cukup potensial? Bagaimana prospeknya?

2. Seberapa ketat persaingannya? Siapa kira-kira yang akan menjadi pesaing usaha Anda tersebut? Bagaimana strategi Anda menghadapi persaingan?

3. Apa target usaha Anda tersebut? Bagaimana mencapainya?

4. Berapa modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha tersebut? Bagaimana memenuhinya?

5.Dimana usaha tersebut akan dijalankan?

6. Sarana apa saja yang dibutuhkan?

7. Bagaimana dengan bahan baku yang dibutuhkan? Apakah sudah memiliki supplier?

8. Sistem manajemen seperti apa yang akan diterapkan? Siapa yang akan menjalankan operasional usaha sehari-hari? Berapa karyawan yang dibutuhkan?

9. Bagaimana strategi pemasaran Anda?

10. Perlukan badan usaha yang legal?

11. Bagaimana sistem distribusi produk atau jasa yang anda hasilkan?

Nah, itulah beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab sebelum memutuskan untuk memulai usaha. Bila Anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, tuangkan jawaban Anda dalam sebuah perencanaan bisnis. Berikut sedikit ulasan teman saya, om abbi, mengenai perencanaan bisnis.

Semoga bermanfaat

Filed under: bisnis, usaha, ,