Success and Happiness

Icon

Succes and Happiness Strategy

Yoris Sebastian, GM Termuda se-Asia

Kelahiran Ujung Pandang, 5 Agustus 1972, ini punya sejuta inovasi, termasuk acara “I Like Monday” di Hard Rock Cafe. Pendiri OMG Creative Consulting ini menyabet beragam penghargaan, di antaranya British Council’s International Young Creative Entrepreneur, Asian Pacific Entrepreneur Award Winner (Most Promising Entrepreneurs), Young Marketers Award Winner dari IMA and Markplus, dan Future CEO to Watch dari majalah SWA. Wow!

Sekarang sedang sibuk apa?

Sedang konsentrasi di Oh My Goodness (OMG) Consulting yang saya dirikan. Saya membantu klien yang mau melakukan bisnis secara berbeda atau istilahnya ala “Oh my Goodness”. Saya percaya, bisnis yang dilakukan secara berbeda punya peluang sukses lebih besar ketimbang yang dilakukan secara biasa.

Bisa kasih contoh? Yang terbaru adalah konsep Plaza FX di Jalan Sudirman. Kami konsultannya. Yang ingin kami tonjolkan adalah keunikan. Karena kalau FX mau bersaing dengan Plasa Senayan atau Senayan City, susah. FX kan size-nya kecil. Tapi selama dia punya keunikan, enggak masalah. Salah satunya kami bikin 12 ruang meeting. Kami juga sediakan 3 bus keliling sepanjang Sudirman dan SCBD selama jam kerja. Perjalanan bus bisa dicek lewat SMS. Jadi, lebih simple dan menolong kapasitas parkir FX yang kecil. Kadang-kadang, dalam bisnis orang ingin semuanya. Padahal, sekarang eranya enggak bisa begitu. Harus punya ciri sendiri. Core segmen FX adalah orang-orang kantoran di daerah Sudirman. Nah, sekarang FX ramai banget. Itu membuktikan, selama kita punya konsep yang kuat dan unik, tapi tetap dengan perhitungan, harusnya kita juga bisa.

Jadi, lebih ke konsep bisnis ya?

Kurang lebih yang saya lakukan adalah membuat sesuatu yang tidak lazim. Jadi sekarang larinya sih lebih ke bussiness innovation concept. Orang sering nanya, “Kamu event organizer ya?” Saya bilang, saya bukan event organizer tapi event consultant. Saya lebih melakukan inovasi bisnis, tapi disesuaikan dengan karakter klien. Kalau klien biasa pakai baju biru, jangan disuruh pakai baju oranye. Tetap pakai baju biru, tapi birunya diapain begitu. Jadi, OMG selalu bilang bahwa orang boleh berpikiran out of the box, tapi jangan out beneran. Eksekusinya tetep harus inside the box. OMG seperti creative event planner. Contohnya Black Innovation Awards (BIA). Saya bilang, kalau bisa dikasih kesempatan lebih banyak kepada yang muda, saya yakin Indonesia bisa dapat lebih berkembang. Saya juga bisa berkembang karena ketika muda saya memperoleh banyak penghargaan. Nah, sekarang saya give it back lagi ke angkatan yang lebih muda, dengan membuat banyak awards.

Jadi konsultan apa lagi?

Selain jadi konsultan BIA, saya juga jadi konsultan untuk International Young Creative Entrepreneur Awards yang diadakan British Council, yang pernah saya menangi tahun 2006 di Inggris. Istilahnya saya naik pangkat terus. Tahun 2006 jadi peserta dan menang, tahun kedua jadi juri, tahun ketiga jadi event consultant. Saya bantu di marketing dan sponsorship mereka. Supaya 2 tahun lagi kita bisa ngirim 8-10 orang. Saya sekarang mencari perusahaan yang punya visi yang sama supaya bisa membantu pendanaan. So far lumayan sih.Beberapa perusahaan mulai mendukung.

Apa lagi yang tengah Anda lakukan? Banyak proyek yang “seksi dan seru” yang sedang kami garap. Dulu misalnya, saya bikin BC Bar. Itu bar pertama kali di Jakarta yang hanya buka Jumat dan Sabtu, tapi kok bisa menguntungkan. Orang kan bingung. Lho, kalau saya buka setiap hari enggak unik kan? Kalau buka Jumat dan Sabtu, orang malah penasaran. Malah saya ada ide bikin restoran yang enggak ada menunya. Tapi belum ada klien yang berani. He-he.

Omong-omong, kenapa sih namanya Oh My Goodness?

Saya sudah belasan tahun mencoba dan melakukan inovasi. Makanya ketika cari nama untuk perusahaan, saya enggak mau pakai nama sendiri. Saya ingin anak buah saya juga maju. Jadi saya bikin Oh My Goodness. Soalnya, semua yang saya bikin rata-rata aneh atau enggak biasa, tapi profitable dan penuh perhitungan. Saya pernah kuliah akuntansi, makanya hitung-hitungan tetap benar. Tapi, tahu enggak kuliah saya enggak selesai lo. Waktu itu saya pikir-pikir, kuliah buat cari kerja. Ini kerjanya sudah dapat dan karier bagus. Dari pada keduanya setengah-setengah, saya pilih berhenti kuliah dulu. Tapi, saya bilang ke orangtua, saya akan kuliah di Universitas Terbuka. Kalau enggak, enggak bakal boleh. Tapi saya enggak menyesal karena ilmunya sudah dapat.

Terus, setelah drop out?

Niatnya memang sekolah lagi kan. Tapi, di usia 26 tahun saya jadi GM termuda di Asia dan termuda kedua di dunia (GM Hard Rock CafĂ©). Saya tanya lagi ke orangtua, “Masih perlu gelar enggak nih? Saya sudah GM nih. Kata mereka enggak usah he-he. Namanya orangtua, selalu baik. Makanya setiap kasih seminar saya selalu bilang, orangtua selalu baik, cuma sudut pandangnya beda. Jadi jangan dilawan, tapi lakukan pendekatan. Negonya begitu. Apalagi kalau masih tinggal bareng orangtua.

Bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri?

Saya ini tidak pernah ingin berhenti berinovasi. Kalau dilihat, dari dulu sampai sekarang, setiap tahun selau ada 1-2 inovasi. Bahkan untuk kegiatan menjadi pengajar, yang saya sebut sebagai program isi bensin, saya buat yang aneh. Misalnya saya buat seminar di bioskop. Peserta ikut seminar sambil makan popcorn. Akhirnya, saya malah mendobrak mitos bahwa guru itu duitnya enggak bagus. Dulu saya memang pernah ingin jadi guru. Sekarang, saya bisa membuat seminar yang sales-nya enggak kalah dengan menggelar event! Bedanya, event saya, ya, seminar. Dulu, di HRC saya jual makanan dan minuman sampai pagi, sekarang saya mengajar atau workshop sampai jam 5 sore, sales-nya terkejar.

Ide-ide biasanya dari mana?

Saya baca berbagai sumber, ternyata kreativitas itu adalah kebiasaan, bukan faktor turunan seperti IQ. Pakai jam misalnya, hari ini saya pakai di kiri, besok pakai di kanan. Rute ke kantor sering saya ubah-ubah. Saya pergi ke luar kota kadang pakai pesawat, kadang pakai mobil. Saya gunakan momen itu untuk melawan rutinitas. Orang-orang yang terjebak rutinitas biasanya tidak kreatif. Sekarang lebih ekstrem lagi, di OMG saya jarang ke kantor, saya lebih suka mobile. Di kantor, saya dipanggil Invisible Boss, alias bos yang enggak kelihatan. Saya bilang, kalau saya di kantor saya akan terjebak rutinitas. Saya ke kantor hanya kalau ada rapat. Malah waktu kantor masih lebih kecil, kursi saya berikan ke orang lain saking enggak pernah kepakai. Mungkin juga karena sejak kecil saya suka main game, walaupun tetap ada porsinya. Game membuat saya berani mengambil risiko. Jadi, benar atau enggak, dari hal-hal kecil seperti itulah kreativitas saya muncul. Waktu sekolah di Pangudi Luhur, saya sudah ikut bikin PL Fair, misalnya. Saya selalu bilang, start small, mulailah dari hal kecil. Jangan langsung gede. Itu yang saya pelajari dari pengalaman sendiri. Dari satu, bikin I Like Monday, akhirnya mendapatkan award achievement. Dari situ muncul tantangan, masak cuma I Like Monday? Akhirnya muncul yang baru. Setelah itu saya bikin program TV, Destination Nowhere. Pergi tanpa tahu tujuan. Jadi, level kreativitas saya makin diuji terus. Apakah sudah merasa menemukan dunia Anda? Kalau dibilang nemu, enggak pernah tahu, ya. Dulu saya suka fotografi, saya pikir saya bakal jadi fotografer. Masuk Hard Rock, saya pikir bakal masuk dunia entertainment (Yoris juga pernah membuat IP Entertainment), sempat dapat Marketer’s Award, saya pikir dunia saya di marketing. Sebetulnya, dalam proses pencarian passion itu, yang penting kita melakukan apa yang kita suka. Juga, tetap harus bernilai ekonomis. Saya menyebutnya Happynomics. Kita mau sesuatu tapi harus ada ukuran ekonominya. Happy, tapi harus ada nilai ekonominya.

Apa yang Anda lakukan ke karyawan Anda?

Di kantor, karyawan saya harus senang knowledge, harus senang baca. Nah, tiap minggu kita membuat sharing session, membahas buku yang habis dibaca bergantian. Sekretaris juga ikut. Dengan banyak knowledge, akan banyak inspirasi, jadinya banyak inovasi. Visi kita adalah, senang knowledge, inovation, achievement. Kalau itu jalan, nantinya enggak harus bergantung ke saya, bisa jalan senidiri.

Dari sekian inovasi, mana yang paling menantang?

I Like Monday. Karena posisi saya waktu itu enggak tinggi-tinggi banget. Yang kedua, saya melawan banyak orang. Di HR itu kan terkenal karena penampilan band asing . Sementara saya percaya, musik lokal akan mendominasi musik industri, dan sekarang itu sudah terjadi, Untungnya argumentasi saya diterima. Pelajaran moralnya, jangan takut dengan umur. Yang penting kita punya reasonable reason. Dari situ saya dapat award banyak banget.

Ada target yang belum kesampaian?

Menikah. Walaupun target saya menikah usia 25 tahun biar usia dengan anak enggak jauh. Tapi itu tidak saya anggap sebagai kegagalan. In life we cannot win everything. Mungkin 1-2 tahun ke depan lah. Sekarang sedang konsentrasi bikin usaha sendiri. Mengalir saja. Oh ya, saya juga sedang memunculkan minipreneur. Saya ajak ibu rumah tangga muda untuk bekerja dari rumah untuk beberapa proyek saya. Ini sekaligus mendukung program ibu menyusui. Ternyata banyak lho, yang berminat. Menjaringnya gampang, lewat Facebook. Jadi, mereka tetap dapat pemasukan tanpa harus kerja kantoran.

Kegiatan lain?

Saya paling senang travelling. Apalagi sekarang enak, punya usaha sendiri. Pacar juga punya usaha sendiri. Buat saya, travelling adalah part of seeing other cultures. Liburan buat saya bukan cari ide, tapi cari inspirasi. Apa yang kita bikin, sangat localized. Think globally, act locally. Jalan-jalan juga salah satu cara untuk nge-charge otak. Kebetulan pacar juga suka travelling.

Filed under: bisnis, ,

Merayakan Sukses Setiap Hari

Tulisan berikut ini merupakan tulisan Gede Prama. Silahkan disimak, bagaimana merayakan sukses setiap hari?.

Ada seorang sahabat yang suka berbagi lelucon. Di sebuah kesempatan merayakan ulang tahun orang tuanya yang berumur lanjut, dilarang menyanyikan lagu dengan bait : panjang umurnya, panjang umurnya? Ketika ditanya alasannya, sahabat tadi menyebut kalau orang tuanya sudah sakit-sakitan dan menderita. Mendoakan agar dia berumur panjang sama dengan memperpanjang penderitaan.

Awalnya terdengar aneh, setelah didengarkan ada rasa maklum dari dalam sini. Kendatipun masih tersisa bekas-bekas tawa dan candanya. Dan tawa-canda tidak lain dari bentuk perayaan kehidupan. Ketika manusia tertawa, ada yang melakukan perayaan di dalam sini. Pertanyaannya kemudian, mungkinkah ada hidup yang pekerjaan setiap harinya hanya melakukan perayaan? Sebuah pertanyaan singkat dengan jawaban yang amat panjang.

Mari dimulai dengan gerakan-gerakan kehidupan yang senatiasa bergerak dalam bandul-bandul perubahan. Tidak ada satupuan pergerakan waktu yang ditandai oleh hidup tanpa perubahan. Yang ada hanya perubahan, perubahan, dan hanya perubahan. Perayaan-perayaan kehidupan sulit, dan bahkan teramat sulit dilakukan oleh manusia yang memiliki kriteria-kriteria tetap. Sebab, dengan kriteria tetap manusia langsung tertendang oleh perubahan. Tatkala kriterianya memenuhi syarat, maka perayaan terjadi. Ketika kriterianya tidak memenuhi syarat-syarat perubahan, maka terpental jauhlah manusia dari perayaan.

Disinari cahaya-cahaya pengalaman seperti ini, tidak sedikit manusia yang mulai belajar hidup seperti alam yang tidak mengenal kriteria. Alam sebagaimana diwakili oleh langit, matahari, bintang, bulan, samudera, gunung dan tumbuh-tumbuhan sudah lama sekali hidup tanpa kriteria. Matahari tidak bertanya apakah Anda orang baik atau tidak, ia memberi cahaya. Pohon tidak menentukan syarat dan kriteria, ketika berteduh di sana pasti teduh. Bulan juga serupa, ia tersenyum pada siapa saja. Lebih-lebih laut, apapun yang datang pasti diterima.

Mungkin ketiadaan kriteria ini juga yang membuat mereka berumur lebih abadi. Sehingga betul kata seorang penutur kejernihan, alam ada lebih dari sekedar alasan mendukung keberadaan manusia. Alam ada juga untuk menunjukkan jalan-jalan pulang.

Dalam bahasa-bahasa seniman yang metaforistik, Raechelle Rubenstein pernah menghutip pendapat indah seorang seniman besar : “The beauty of the sea and mountains, they were as if united in sexual intercourse”. Keindahan samudera dan pegunungan, seolah-olah mereka bersatu dalam pelukan-pelukan yang amat mesra. Sehingga, alam (sebagaimana diwakili gunung dan samudera) seperti sedang menunjukkan jalan pulang pada manusia : “berpelukan mesra dengan kehidupan!”

Tidak saja dengan sukses berpelukan, dengan gagalpun berpelukan. Tidak saja orang baik yang jadi teman, orang tidak baikpun jadi teman. Tidak saja tawa yang menggoda, lukapun sama menggodanya. Tidak saja naik yang menantang, turunpun menantang. Tidak saja diberi pangkat menggembirakan, ketika dipensiunpun sama menggembirakannya. Tidak saja hujan menghadirkan keteduhan, panaspun sama teduhnya. Tidak saja kehidupan bermakna, kematianpun bermakna.

Tatkala semua bentuk dualitas dan negasi yang bertentangan, dipeluk sama mesranya oleh tangan-tangan manusia, maka setiap hari adalah perayaan. Ini bisa mudah, bisa juga susah. Amat tergantung pada seberapa kuat cengkeraman pikiran – lengkap dengan keserakahannya untuk memilih ? dalam kehidupan seseorang. Bila pikiran mencengkeram amat kuat, susah jawabannya.

Filed under: kumpulan artikel, motivasi, ,

Berpikir positif dan bertindaklah

Berikut ada sedikit tulisan yang menarik…file lama yang ada dikomputer saya, dan lupa sumber pastinya dari mana, tapi yang jelas dari sebuah milis. Coba Anda simak

Setiap orang pernah merasakan suatu kekecewaan, kegagalan, dan frustrasi. Kadang semuanya datang sekaligus, dan kita merasa dunia runtuh. Segera sesudah itu kita melihat segala sesuatunya dari sisi negatif. Segala sesuatunya terlihat berantakan.

Ayo sekarang coba melihat dari sisi lain, untuk bangkit kembali.

Bertindaklah. Lakukan sesuatu yang positif. Walau itu mungkin hanya menyapu halaman, atau membersihkan tumpukan file-file tua dari komputer anda. Lakukan tindakan, di mana anda adalah penguasa hidup anda, dan anda akan merasa terfokus secara positif. Tindakan kecil dapat mengubah sikap anda secara ajaib.

Coba tolong seseorang. Lakukan sesuatu untuk orang lain. Coba layani orang lain. Semakin kecil orang itu, semakin baik. Coba anda keluar ruangan sejenak, dan perhatikan apa yang dapat anda kerjakan bagi orang lain. Orang lain tercipta untuk memperbaiki hidup anda. Sekarang giliran anda memperbaiki hidup anda, lewat orang lain.

Hitung keberuntungan anda. Banyak hal baik dalam hidup anda, dan sering anda lupa bersyukur. Hargai dan bersyukurlah atas tempat tinggal anda, atas kesehatan anda, atas keluarga anda, atas pengalaman hidup anda, atas teman-teman anda, atas ketrampilan anda, pengetahuan anda, dan hidup yang anda miliki.

Temukan tantangan baru. Arahkan kembali energi negatif dan rasa frustrasi anda pada sesuatu yang dapat menantang anda untuk berbuat lebih baik.

Positif atau negatif, semuanya cuma ada dalam pikiran. Ubah sikap anda, dan melajulah…!

Semoga bermanfaat

Filed under: motivasi, ,